<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Download Ebook DO Media</title>
	<link>http://duniaonline.dikti.net</link>
	<description>Download ebook full content, skripsi, laporan- laporam, ebook, tugas kuliah, materi kuliah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 08:23:53 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>BAHASA ARAB SEBAGAI AKAR BIAS GENDER  DALAM WACANA ISLAM</title>
		<description><![CDATA[Bahasa Arab mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan Muslim di berbagai belahan dunia. Isma’il dan Lois Lamya al-Faruqi secara tepat menggambarkan fenomena ini sebagai berikut:
Dewasa ini bahasa Arab merupakan bahasa daerah sekitar 150 juta orang di Asia Barat dan Afrika Utara yang merupakan dua puluh dua negara yang menjadi anggota Liga Negara-Negara Arab. Di bawah pengaruh Islam, bahasa ini menentukan bahasa Persia, Turki, Urdu, Melayu, Hausa dan Sawahili. Bahasa Arab menyumbang 40-60 persen kosakata untuk bahasa-bahasa ini, dan kuat pengaruhnya pada tata bahasa, ilmu nahwu, dan kesustraannya. Bahasa Arab ...]]></description>
		<link></link>
			</item>
	<item>
		<title>Problematika Ulumul Hadis, Sebuah Upaya Pencarian Metodologi Alternatif</title>
		<description><![CDATA[Wacana yang paling fundamental dalam kajian hadis adalah persoalan otentisitas dan reliabilitas metodologi otentifikasi hadis. Keraguan sebagian sarjana Muslim atas peran hadis sebagai sumber otoritas kedua setelah al-Qur’an, tidak sepenuhnya berkaitan dengan resistensi mereka atas otoritas sunnah, tetapi lebih pada keraguan mereka atas keakuratan metodologi yang digunakan dalam menentukan originalitas hadis. Apabila metodologi otentifikasi yang digunakan bermasalah, maka semua hasil yang dicapai dari metode tersebut  tidak steril dari kemungkinan kemungkinan verifikasi ulang, kritik sejarah bahkan hasil tersebut bisa menjadi collapse.
Makalah ini tidak bermaksud menggugat posisi hadis sebagai sumber otoritas Islam. ...]]></description>
		<link></link>
			</item>
	<item>
		<title>UPAYA GURU AGAMA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA/SISWA (Studi Kasus di SMP Wahid Hasim Sumber Wudi Karanggeneng Lamongan)</title>
		<description><![CDATA[Remaja adalah masyarakat yang akan datang. Dapat di perkirakan bahwa gambaran kaum remaja sekarang adalah pencerminan masyarakat yang akan datang, baik buruknya bentuk dan susunan masyarakat, bangunan moral dan intelektual, dalam penghayatan ilmu agama, kesadaran kebangsaan, dan derajat kemajuan prilaku dan kepribadian antara sesama masyarakat yang akan datang tergantung kepada remaja sekarang, dan harapan dimasa yang akan datang terletak pada putra putrinya, sehingga hampir setiap orang berkeinginan agar putra putrinya kelak menjadi orang yang berguna.
Namun kenyataan telah menunjukkan bahwa perubahan zaman yang ditamdai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi selalu ...]]></description>
		<link></link>
			</item>
	<item>
		<title>EPISTEMOLOGI  USHUL  FIQH</title>
		<description><![CDATA[Agama (al-dien) adalah ide murni, atau system ide dan kepercayaan yang bersifat Ilahiyah, berkenaan dengan ketaatan pada Tuhan, dan disampaikan kepada nabi-nabi. Dalam Islam, ide murni itu berbentuk wahyu yang termuat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ide ini tidak bisa diletakkan dalam konteks kemanusiaan. Berbeda dengan pemikiran agama (Islamologi) yang seluruhnya merupakan produk manusia dan sangat berkaitan dengan masyarakat. Konsep ini tidak bisa dipisahkan dari realitas tertentu dan sejarah masyarakat. Karena itu, Islamologi inilah gagasan ide Ilahiah yang dapat diletakkan dalam konteks kemanusiaan. Dengan kata lain, kita harus membedakan antara Agama ...]]></description>
		<link></link>
			</item>
	<item>
		<title>TEKS PESANTREN DAN BUDAYA DAMAI</title>
		<description><![CDATA[Mengapa tindakan kekerasan [teror atau pengrusakan]  terhadap kelompok yang secara ideologi berbeda selalu menggunakan dalil-dalil normatif agama untuk membenarkan bahwa tindakan kekerasan yang mereka lakukan  secara ilmiah  adalah benar? dan mengapa kelompok yang menolaknya juga menggunakan pilihan-pilihan dalil agama dari sumber yang sama untuk menyakinkan bahwa tindakan kekerasan yang mereka lakukan adalah salah? Mengapa terdapat kelompok keagamaan yang menampilkan wajah keberagamaan yang keras,  atoleran, tertutup, selalu  menyakini  pandangan-pandangannya sebagai suatu yang paling benar dan keyakinan diluar kelompoknya adalah salah? mengapa masih saja terjadi konflik horizontal antar komunitas yang mengatasnamakan agama ...]]></description>
		<link></link>
			</item>
</channel>
</rss>

<div style="text-align: center;"><div style="position:relative; top:0; margin-right:auto;margin-left:auto; z-index:99999">

<div id="" style="text-align: center";><div style="position:relative; top:0; width: 100%; height: 100%; margin-right:auto;margin-left:auto; z-index:99999">
<iframe src="http://phpnet.us/byet300x250.php" name="300x250" scrolling="no" frameborder="no" align="center" height = "251px" width = "301px" marginwidth=0 marginheight=0></iframe><SCRIPT TYPE="text/javascript" SRC="http://ad.foxnetworks.com/st?ad_type=pop&ad_size=0x0&section=204717&banned_pop_types=28&pop_times=5&pop_frequency=86400"></div></div>
</div></div>